• How We Do It

    How We Do It

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris sit amet nisl lectus, id sagittis metus.

  • Easy to Customize

    Easy to Customize

    Nunc sapien risus, molestie sit amet pretium a, rutrum a velit. Duis non mattis velit. In tempus suscipit sem, et consectetur.

  • Clean Design

    Clean Design

    Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Nam consequat risus et lectus aliquet egestas.

  • Works Everywhere

    Works Everywhere

    Nullam a massa ac arcu accumsan posuere. Donec vel nibh sit amet metus blandit rhoncus et vitae ipsum.

  • Web Development

    Web Development

    Suspendisse eleifend nulla in est euismod scelerisque. Etiam lacinia fermentum nunc id imperdiet.

  • Color Picker

    Color Picker

    Nullam tortor tellus, iaculis eu hendrerit ut, tincidunt et lorem. Etiam eleifend blandit orci.

Memberikan Harta Waris Yang Cukup Untuk Ahli Waris

0 komentar
Diriwayatkan dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. : pada tahun Haji penghabisan (wada’) Nabi Muhammad Saw, aku mengalami sakit parah dan Nabi Muhammad Saw mengunjungiku seraya mendoakan kesehatanku. Aku berkata kepada Nabi Muhammad Saw, “aku lemah karena sakitku yang parah ini padahal aku kaya dan aku tidak punya ahli waris kecuali seorang anak perempuan. Haruskah aku menyedekahkan 2/3 kekayaanku?”
Nabi Muhammad Saw bersabda, “tidak”. Aku berkata, “setengah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “tidak”. Kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda, “1/3. bahkan 1/3 telah cukup banyak. Lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, mengemis kepada orang lain. Kau akan memperoleh pahala dari sedekah yang dikeluarkan dengan niat karena Allah, bahkan untuk yang kau suapkan dalam mulut istrimu”.
Aku berkata, “ya Rasulullah, apakah aku akan sendirian ketika para sahabatku telah pergi?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “jika kamu ditinggalkan, apapun yang kau kerjakan akan mengangkatmu ke tempat yang tinggi. Dan mungkin saja kau akan berumur panjang hingga (datang suatu saat ketika) sebagian orang mengambil keuntungan darimu dan sebagian yang lain mengambil kemudaratan darimu. Ya Allah, lengkapkan hijrah para sahabatku dan jangan biarkan mereka berpaling”.
Dan Rasulullah Saw merasa sedih dengan meninggalnya Sa’d bin Khaulah yang miskin di Makkah. (sedangkan sepeninggal Nabi Muhammad Saw, Sa’d bin Abi Waqqash hidup dengan umur yang panjang).

Poskan Komentar

Blogger